Rekontruksi Nilai-Nilai Filsafat Dalam Perspektif Islam

Kata pengantar

Alhamdulillah, segala puja dan puji syukur penulis panjatkan ke hadirat Allah swt, karena berkat rahmat dan maunah-Nya, makalah yang berjudul Rekontruksi Nilai-Nilai Filsafat Dalam Perspektif Islam sesuai dengan waktu yang telah direncanakan. Makalah ini diajukan guna memenuhi Ujian Akhir Semester (UAS) mata kuliah Bahasa Indonesia, kami juga mengucapkan banyak terimakasih kepada semua pihak yang ikut membantu dalam proses penyusunan makalah ini, khususnya bapak Warsiman, M.Pd. selaku dosen mata kuliah Bahasa Indonesia yang selalu sabar mendidik kami. Tidak lupa penulis juga menyampaikan rasa terimakasih kepada teman-teman, sahabat-sahabati sekalian yang ikut membantu proses penyusunan makalah ini.

Melihat keterbatasan pengetahuan penulis, penulis menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna, oleh karena itu kritik dan saran yang bersifat membangun sangat kami harapkan untuk penyempurnaan dan juga sebagai koreksi bagi kami dalam menyusun  karya-karya selanjutnya.

Namun penulis tetap berharap semoga makalah ini dapat memberikan informasi dan mamfaat bagi pembaca sekalian untuk pengembangan wawasan dan peningkatan ilmu pengetahuan bagi kita semua. Amin

 

 

Surabaya, 21 Oktober 2012   

 

SURYADI                 

 

DAFTAR ISI

 

KATA PENGANTAR ………………………………………          I

 DAFTAR ISI ……………………………………………….           II

BAB I.            PENDAHULUAN ………………………………….           III

  1. Latar Belakang ………………………………………           III
  2. Tujuan ………………………………………………            IV

 BAB II.  PEMBAHASAN ………………………………….          V

  1. Pengertian Filsafat. ..…………………………………          V
  2. Sejarah Perkembangan Filsafat ………………………           VI       
  3. Nilai-Nilai Kajian Filsafat ………………………………            VIII
  4. Filsafat Dalam Islam ………………………..……….           IX

BAB III.  PENUTUP             ………………………………………            XI

  1. Kesimpulan ………………………………………….            XI
  2. Kritik dan Saran …………………………………….            XI

 DAFTAR PUSTAKA……………………………………….           XII

 

 

 

 

 

BAB I

PENDAHULUAN

  1. A.                Latar Belakang

 

Manusia sebagai mahkluk yang berakal tentunya tidak lepas dari yang namanya berpikir. Karena yang membedakan manusia dengan mahkluk lainnya terletak dalam hal ini, kita diberi akal oleh Allah tidak lain tujuannya agar kita berpikir siapa aku?, mau kemana aku?, kenapa aku? Dan pertanyaan-pertanyaan lainnya akan timbul saat kita mau berpikir. Sehingga ada ungkapan klasik mengatakan “semua orang berpikir tetapi tidak semua orang jadi pemikir (filosof) (Tim penyusun MKD, 2012:1). Ungkapan diatas sebenarnya menyiratkan bahwa tidak semua orang yang berpikir merupakan kegiatan berfilsafat, meskipun berpikir merupakan kegiatan rohani.

Dewasa ini pendidikan filsafat sepertinya sudah mulai pudar dikalangan pelajar muslim, mereka menyangka bahwa belajar filsafat bukannya mencari eksistensi kebenaran, tapi malah mempertanyakan kebenaran itu sendiri. Sehingga banyak orang-orang muslim yang mengkaji filsafat lupa pada kewajibannya, sholat dianggap hanya jalan mengingat Allah saja, puasa dinilai hanya untuk menahan nafsu belaka, sehingga jika kita sudah ingat Allah, jika kita sudah mampu menahan nafsu hal itu tidak perlu kita kerjakan. Hal seperti ini banyak terjadi dikalangan pelajar islam yang mempelajari filsafat. Hal seperti inilah yang membuat kita enggan untuk belajar filsafat.

Melihat fenomena seperti inilah saya memberi mengangkat pembahasan makalah ini mengenai “Rekontruksi Nilai Nilai Filsafat  Dalam Perspektif Islam”. dengan harapan dapat memberi gambaran bagi pembaca mengenai nilai-nilai dalam ilmu filsafat, sehingga pembaca bisa memberi penilaian sendiri mengenai nilai-nilai yang ada dalam objek kajian filsafat yang katanya menyesatkan. dalam makalah ini, akan dibahas sekilas apa itu filsafat?, seperti apa nilai-nilai filsafat?, filsafat dalam islam, sejarah perkembangan filsafat.

  1. B.                 Tujuan

Adapun maksud dan tujuan penulis membuat makalah ini antara lain sebagai berikut:

  1. Memahami retorika perkembangan filsafat
  2. Memberi pemahaman pada pembaca tentang nilai-nilai filsafat
  3. Menjelaskan nilai-nilai filsafat dalam sudut pandang islam
  4. Membangun kembali nilai-nilai filsafat islam

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB II

PEMBAHASAN

  1. A.                Pengertian Filsafat

Secara harfiah, kata filsafat berasal dari kata Philo yang berarti cinta, dan kata Sophos yang berarti ilmu atau hikmah. Dengan demikian, filsafat berarti cinta terhadap ilmu atau hikmah. Terhadap pengertian seperti ini al-Syaiban mengatakan bahwa filsafat bukanlah hikmah itu sendiri, melainkan cinta terhadap hikmah dan berusaha mendapatkannya, memusatkan perhatian padanya dan menciptakan sikap positif terhadapnya. Selanjutnya ia menambahkan bahwa filsafat dapat pula berarti mencari hakikat sesuatu, berusaha mengaitkan sebab dan akibat, dan berusaha menafsirkan pengalaman-pengalaman manusia.

Selain itu terdapat pula teori lain yang mengatakan bahwa filsafat berasal dari kata Arab falsafah, yang berasal dari bahasa Yunani, Philosophia: philos berarti cinta, suka (loving), dan sophia yang berarti pengetahuan, hikmah (wisdom). Jadi, Philosophia berarti cinta kepada kebijaksanaan atau cinta kepada kebenaran atau lazimnya disebut Pholosopher yang dalam bahasa Arab disebut failasuf.

Berikut difinisi filsafat menurut beberapa pemikir atau filsuf :

  1. Plato: filsafat adalah pengetahuan tentang segala yang ada.
  2. Aristoteles: filsafat merupakan metode atau cara yang digunakan untuk menyelidiki sebab dan asas suatu benda.
  3. Al Farabi: filsafat adalah ilmu pengetahuan tentang alam, yang maujud (ada) dan bertujuan menyelidiki hakikat yang sebenarnya.
  4. Al-kindi: filsafat suatu disiplin ilmu yang meng mengkaji Ilmu fisika, Ilmu matematika, dan Ilmu ketuhanan. (Tim penyusun MKD, 2012:6-7)

Dari berbagai finisi diatas penulis menyimpulkan bahwa filsafat adalah induk ilmu pengetahuan yang mencakup segala disiplin ilmu, yang merupakan hasil dari pemikiran manusia.

Adapun objek material filsafat (permasalahan yang dikaji dalam filsafat) ada 3 hal yang paling pokok;

  1. Hakikat tuhan
  2. Hakikat alam
  3. Hakikat manusia

Tiga permasalah inilah yang menjadi objek utama dalam kajian ilmu filsafat.

  1. B.                 Sejarah Perkembangan Filsafat

Untuk lebih memahami filsafat secara mendalam tentunya tidak lepas dari yang namanya sejarah filsafat itu sendiri. Dari beberapa sumber yang saya jumpai, dapat disimpulkan sejararah singkat perkembangan ilmu filsafat:

  1. Filsafat pada masa kuno

Sejarah filsafat pada masa kuno dimulai dengan munculnya berbagai pemikiran yang mendalam tentang realitas (alam) yang ada. Dalam catatan sejarah yang ada, awal perkembangan filsafat dimulai sekitar tahun 600 S.M. dan berada dimilete. Pada waktu itu milete merupakan kota penting yang mempertemukan jalur perdagangan antara Mesir, Itali, Yunani, dan Asia. Karena merupakan kota transit dari berbagai Negara yang terlibat dalam perdagangan, maka tidak menutup kemungkinan terjadi pertemuan dari berbagai latar belakang dan pemikiran.

Tokoh-tokoh filsuf katagori ini antara lain:

Thales (± 600 S.M.), Pythagorass (± 500 S.M), Sokrates (± 470-399 S.M.), Plato (428-348 S.M.), dan Aristoteles (384-322 S.M.). karena banyaknya filsuf-filsuf besar yang berasal dari yunani (sokrates, plato, dan aristoteles) sehingga pada periode inilah yang dikenal dengan paradaban yunani, dan sampai sekarang pemikiran meraka masih tetap digunakan.

  1. Filsafat pada abad pertengahan sampai sekarang

Periode ini dimulai sekitar tahun 150-1308 M. yang merupakan kelanjutan dari pemikran para filsuf yunani. Diakui atau tidak yunani merupakan sumber terbesar dalam mempelajari ilmu filsafat, lawat pemikiran tiga filsuf besar (sokrates, plato, dan aristoteles) yang berasal dari sana hingga akhirnya banyak dipelajari oleh para filsuf islam. Perpindahan filsafat Yunani, Persia dan India masuk ke negeri Islam tidaklah sekaligus, dan tidak pula melalui satu jalan, ada tiga hal yang paling menonjol sebagai peran utama masuknya ilmu tersebut.

Pertama, Peranan perguruan Iskandariyyah, Perguruan Iskandariyyah adalah perguruan terbesar Yunani yang terletak di wilayah timur pengaruhnya dalam bidang keilmuan, kebudayaan, dan penemuan. Ia juga merupakan ba­sis pertemuan bangsa-bangsa yang beraneka ragam: Yunani, Mesir, Yahudi, Itali, Arab, Persia, Ethiopia, Suria, Indian, dan Nubia serta bangsa lainnya. Penduduk aslinya memiliki latar belakang pendidikan yang tinggi dalam pengajaran filsafat. Sehingga tidak dapat dipungkiri bahwa perguruan tinggi tersebut adalah basis dan markas pertama di dunia untuk mempelajari filasafat Yunani secara focus, yang lebih dikenal dengan sebutan Neo-platoisme.

Neo-Platoisme adalah gabungan antara ilmu fil­safat dan agama yang muncul di akhir-akhir abad ke-dua Masehi. Tempat asalnya adalah Iskandariyyah. Para pendiri madzhab ini telah berupaya mengkombinasikan antara ajaran agama Masehi dan madzhab Yunani, terutama Plato.

Kedua, Peran individu. Ketika kaum muslimin berhasil menaklukkan berbagai negeri di wilayah Timur dan di wilayah Barat, mereka juga berhubungan dengan bangsa-bangsa yang mempunyai kebudayaan, adat-istiadat, dan kebiasaan yang bertolak belakang dengan kebudayan Islam, bahkan tidak jarang yang  bertentangan dengan pengajaran secara umum dan ini menjadi transfer ilmu filsafat sedarhana bagi kaum muslimin

 Ketiga, Peran terjemahan. Kebanyakan sumber menyatakan bahwa kegiatan penerjemahan ini bermula pada masa khilafah Bani Umayyah, tepatnya pada masa pemerintahan Khalifah Kholid bin Yazid tahun 85 atau 90 H. Kholid ini sangat gemar dengan buku-buku kimiaistilah kimia pada zaman dahulu adalah semacam sihir dan semisalnya (bukan ilmu kimia yang ada pada zaman sekarang red.), dan ia sendiri sangat pandai dalam ilmu ini, sampai-sampai dia mengarang tiga risalah tentang kimia, sebagaimana yang disebutkan oleh Ibnu Kholkan, hanya saja adz-Dzahabi mengingkari bahwa dia telah mengarangnya; bagaimana pun, sekurang-kurangnya Kholid mempunyai perhatian kepada ilmu ini. Dialah orang yang pertama kali yang mendatangkan para penerjemah untuk menerjemahkan buku-buku asing ke dalam bahasa Arab.

Dari tiga hal itulah ilmu filsafat berkembang luas didunia islam, Sehingga dikemudian hari muncul filsuf-filsuf besar islam seperti Al-ghazali, ibnu sina (980-1037), ibnu rushd ( 1126-1198), al-kindi, dan yang lainnya.

  1. Nilai-nilai kajian filsafat

Filsafat nilai yang dalam kajiannya dikenal dengan Aksiologi merupakan pengatahuan yang menyelidiki hakekat nilai, yang umumnya ditinjau dari sudut pandang kefilsafatan. Menurut Suriasumantri (2001:32) Secara garis besar pokok permasalahan yang dikaji filsafat ada tiga hal yakni; apa yang disebut benar dan apa yang disebut salah (logika), mana yang dianggap baik dan mana yang dianggap buruk (etika), serta apa yang termasuk indah dan apa yang termassuk jelek (estetika).

  1. Filsafat logika

Filsafat logika adalah melakukan penalaran terhadap suatu hal untuk mendapatkan suatu kesimpulan baru yang dianggap benar (valid). Ada dua model penalaran logika untuk mengambil suatu kesimpulan. Pertama, logika induktif merupakan cara berpikir dimana ditarik suatu kesimpulan yang bersifat umum  dari berbagai kasus yang bersifat individual. kedua, logika deduktif adalah kegiatan berpikir dimana ditarik kesimpulan yang bersifat khusus dari berbagai kasus yang umum.

 

 

  1. 2.      Filsafat etika

Etika merupakan cabang aksiologi yang lebih khusus membicarakan sifat-sifat yang menyebabkan orang dapat disebut susila atau tidak. filsafat etika lebih mengarah pada hubungan sosial yang pada umumnya belum masuk dalam katagori hukum, objek kajiannya lebih mengarah pada permasalahan nilai moral social.

  1. 3.      Filsafat estetika

Filsafat estetika adalah suatu proses berpikir untuk memahami dan mengkaji secara mendalam tentang hakikat dari yang apa dinamakan “Indah”. Sehingga nillai filsafat estetika erat kaitannya dengan karya seni. Dan keindahan dapat dilihat hanya dengan estetika.

  1. Filsafat dalam islam

Sebelum mengkaji filsafat dalam islam, ada baiknya kita memahami apa yang dinamakan filsafat islam. Filsafat Islam adalah berfikir secara sistematis, radikal dan universal tentang hekekat segala sesuatu berdasarkan ajaran Islam. Singkatnya filsafat Islam itu adalah Filsafat yang berorientasi kepada Al Qur’an, mencari jawaban mengenai masalah-masalah asasi berdasarkan wahyu Allah.

Karena filsafat adalah induknya segala ilmu, sebagai induk segala ilmu, maka filsafat mempengaruhi ilmu-ilmu lainnya, seperti ilmu Fiqih, ilmu Kalam, Tafsir dan sebagainya. Berbicara mengenai hukum fiqih, maka fiqih sendiri bengandung arti mengerti dan memahami. Untuk memahami diperlukan pikiran dan penggunaan akal. Selain itu fiqih juga memakai ijtihad yang pada intinya adalah pemakaian akal untuk dalil-dalil yang bersifat dzonniy dan terhadap kasus-kasus hukum yang tidak jelas atau sama sekali tidak ada dasarnya baik dalam Al Qur’an maupun Al Hadits.

Demikian juga untuk menafsirkan Al Qur’an, menjelaskan hubungan manusia dengan Allah dalam ilmu Tasawwuf, menjelaskan kandungan hadits, banyak sekali digunakan pemikiran. Dengan demikian filsafat sangat besar pengaruhnya terhadap

Dari beberapa uraian diatas dapat saya simpulkan bahwa filsafat dalam islam mempunyai peranan penting,  karena dengan filsafat seorang dapat memahami hakekat dan kebenaran tuhan (Allah).

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB III

PENUTUP

  1. Kesimpulan

Dari beberapa pemaparan ya

ng saya tulis diatas tentunya kita bisa sedikit memahami bagiamana perkembangan filsafat mulai pertama kali digunakan sampai sekarang, peranan penting memahami ilmu filsafat dalam mengkaji agama. dan kita mungkin bisa mengambil suatu kesimpulan bahwa Nilai-Nilai Filsafat Dalam Islam  tidak ada pertentangan, bahkan diperlukan memahami ilmu filsafat bagi orang beragama (islam) agar mengerti dan memahami nilai-nilai agama yang di peluknya.

  1.  Kritik dan Saran

Penulis menyadari, bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna, oleh karena itu  saya akan sangat senang sekali bila ada salah satu dari pembaca sekalian yang mau memberi masukan atau saran yang bersifat membangun demi kesempurnaan makalah ini dan tulisan kami dimasa yang akan datang.

            Akhirnya dari saya penulis,semoga makalah ini bermamfaat dan menjadi sumber tambahan pengetahuan bagi pembaca sekalian, Amin.

 

 

 

 

 

 

 

 

Daftar pustaka

Tim penyusun MKD. 2012. pengantar filsafat. Surabaya: IAIN sunan ampel press.

Titus, Smith Nolan.1996. Persoalan-persoalan Filsafat. Jakarta: Bulan Bintang:.

Kattsoff, Luis O. 2004. Pengantar Filsafat.Yogjakarta: Tiara wacana.

Suriasumantri, Jujun S. 2001. Filsafat Ilmu: sebuah pengantar popular. Jakarta: CV. Muliasari.

 

Standard

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s